Perkembangan Anak Usia 0-2 Tahun

Hasil Diskusi Tarbiyatul Aulad: Opening Class
Pembicara: Sari Yulianti, S. Pd

Perkembangan Anak Usia 0-2 Tahun

Rasulullah saw bersabda: “Setiap anak dilahirkan di atas fitrah. Kedua orangtuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Majusi, atau Nasrani”
Imam Al-Ghazali mengatakan: “Anak adalah amanat ditangan kedua orangtuanya. Hatinya yg suci adalah mutiara yang masih mentah, belum dipahat maupun dibentuk. Mutiara ini dapat dipahat dalam bentuk apapun, mudah condong kepada segala sesuatu. Apabila dibiasakan dan diajari dengan kebaikan, maka dia akan tumbuh dalam kebaikan itu”
Abul A’laa bersyair: “Seorang anak tumbuh dewasa diantara kita, Sesuai dengan apa yang dibiasakan bapaknya. Seorang pemuda tidaklah beragama dengan begitu saja, kerabatnyalah yang membiasakannya beragama”.

🌟🌟🌟🌟🌟🌟

Dears..
Kunci perkembangan anak usia 0-2 tahun adalah kedua orangtua dan lingkungan terdekatnya.

Target perkembangan anak di usia ini adalah:

1. Tertanamnya maklumat aqidah dalam setiap aktivitas
2. Munculnya kelekatan antara orangtua pada si anak
3. Aktivasi panca indera melalui stimulan kognitif

Usia 0-2 tahun ini adalah masa keemasan bagi anak dan menjadi pondasi bagi perkembangan selanjutnya.

Jadi..
Bersamailah ananda diusia-usia ini, maka Anda dapat memanen berbagai keajaiban di usia-usia selanjutnya. ❤️❤️

++++

Pertanyaan 1(Ukhti Matul):

Assalamualaikum, Step apa saja yang dilakukan orang tua dalam mendidik anak usia 0-2 tahun?
Bagaimana cara menanamkan akidah kepada anak usia 0-2 tahun, dan bagaimana cara menstimulus kognitifnya? Jazakillah khoir😊

Jawaban:

👶Stimulan yang bisa dilakukan (silahkan bisa dikembangkan sendiri) sesuai dengan karakteristik anak bunda.

Prinsip dalam stimulan anak usia 0-2 tahun adalah bunda sering mengajak ananda berbicara/ berkomunikasi. Walaupun respon ananda pada awal usia masih senyum saja atau bahkan mungkin no respon 😄

👶Untuk penanaman aqidah:
1. Ada beberapa syariat yang harus dilakukan ketika ananda lahir, yaitu: diazankan, diiqomahkan, diberi nama yang baik, diakikahi, dan lainnya (silahkan baca fikih anak). Lakukan step-step syariat tersebut secara maksimal.

2. Pastikan bunda mengajak mengenalkan Allah disetiap aktivitas ananda. Misal: ketika menyusui, ajak baca doa, bacakan ayat alquran, ceritakan ayat yg tadi sudah dibaca. Ajak ananda mengenal Allah dengan bermain organ tubuhnya, misal: matanya cantik, Allah yang buat. Terimakasih ya Allah, alhamdulillaah (meski dia belum paham, tapi akan jadi maklumat). Sila dirinci untuk setiap aktivitas ananda.

👶Untuk stimulan kognitif:
Perkembangan ananda yang paling besar diusia 0-2 tahun adalah melihat dan mendengar. Jadi lakukan stimulan untuk aktivasi mata dan telinga. Misal: disiapkan benda-benda yang berwarna, siapkan benda-benda yang bersuara.

Untuk suara sebetulnya suara bundanya itu sesuatu benget, udah jadi penyejuk bagi dirinya 😁 tapi bisa juga cari bantuan stimulan suara lainnya.

Hal yg paling penting di usia ini:

JANGAN ABAIKAN KEBUTUHAN PRIMER ANANDA

Ketika menangis, segera rangkul..

Ketika buang air, segera bersihkan..

Kenapa?
Karena disaat ini secara implisit ada proses membangun kemandirian dan kepercayaan pada diri ananda. Jika ibunya saja abai terhadap kebutuhannya, tidak memahami kebutuhannya, bahkan tidak ada di sampingnya, maka akan terbenakkan pada ananda bagaimana orang lain di luar sana akan memahami dirinya.

+++

Pertanyaan 2 (Ukhti Erna):

Bagaimana menemukan karakter anak? Kalau anaknya aktif, berani, gak sabaran. Nah itu bagaimana menentukan stimulus yg tepat?

Jawaban:

👶Untuk usia 0-2 tahun, dalam memahami karakter ananda bisa dengan cara mengamati setiap tingkahnya. Jadi, “ini rahasia bgt loh” 🙅♀️ yang paling tahu karakter anak itu ya orangtuanya, khususnya bundanya. Bukan psikolog, bukan gurunya, bukan tetangganya 😂

Nah, untuk mengenali katakter lebih spesifik, silakan buat diary/portofolio harian terkait sikap ananda setiap harinya. Nanti akan terlihat.

👶Khusus untuk anak yang berani, aktif dan tidak sabaran, lihat dulu dalam hal apa dia berani? Aktif? Se Istriku Sayang, [17.12.18 17:34]
rta tidak sabaran?

Kembalikan semua pada hukum syara’, kalau berani, aktif dan tidak sabarannya sesuai hukum syara, why not. Tapi kalau ternyata gak sesuai hukum syara’, diluruskan dengan stimulan (1) pemahaman, (2) pembiasaan, termasuk bisa jadi ada kebiasaan orang tua juga yang ‘bisa jadi ditiru’ sama si anak 😂Jadi sama-sama membiasakan minimal 30 hari, baru akan jadi kebiasaan baru.

Untuk anak laki-laki, berani dan aktif itu sangat penting bagi karakter dasar kepemimpinannya. Terus dipupuk, tapi diseimbangkan dengan pemahaman. Supaya jadi orang yang bisa berpikir strategis juga, bukan sekedar berani modal nekat.

Stimulan agar anak dapat berpikir strategis: biasakan anak berpikir dulu sebelum berbuat. Memahami dulu kenapa dia harus melakukan hal tersebut, sebelum ia bertindak (Kalau sudah lebih besar, bisa diajak menganalisa juga).

Untuk anak usia 0-2 tahun, ajak ananda bicara tentang filosofi aktivitasnya. Beraat.. Hee. Ga juga sih, disederhanakan. Contohnya: “Adek mimi dulu, biar sehat. Allah suka mukmin yg sehat dan kuat”.

Atau “Adek sendiri dulu ya, umi mau ke kamar mandi. Ada Allah dan malaikat yg temenin. Umi doain dulu ya”

Emang agak lama sih bun prosesnya, tapi biasakan aja..

++++

Materi di atas adalah hasil diskusi grup Tarbiyatul Aulad pada hari Selasa, 4 Desember 2018.
Notulensi oleh Fadhliyah Ahfa

#ParentingIslami
#HomeSchooling

Leave a Reply