Episode Altair

Teruntuk dirimu yang sudah menjelma menjadi Altair dalam hidupku..

Tak ada yang lebih indah ketika kudapati ilmu Allah tersampaikan melalui lisanmu..

Iqro’iiy ya jauzatiyy, habiibatiy.. Begitulah biasanya kau memintaku melafalkan isi kitab dalam majlis ilmu di surga kecil kita..

Tak ada yang lebih kusenangi selain ku dapat mendengar berbagai cerita nabi, sahabat, sahabiyah bahkan ttg perjalanan hidupmu menjelang tidurku..

Karena dirimu adalah sosok real dalam kesabaran, motivasi dan inspirasi.. Sehingga cerita yg tersampaikan dari lisanmu selalu menjadi energi yg merasuk dalam tulang sumsumku..

Terkadang lemahku tertantang, dengan ku takut jauh darimu.. Terkadang langkahku menjadi lesu, hanya karena sekedar lelah sibukmu..

Altair.. Sungguh yang paling kutakutkan hanyalah ketika airmatamu menetes karena ulahku.. Karena di saat itulah Allah murka padaku.. 

Jaga diriku dari murkaNya.. Hal yang kuyakini, bintang2 bersinar itu hanya dapat terlahir dari rahim yang penuh ketaatan, bukan murka..

Penuh cinta untukmu, Abindanya para ulama.. Altair..

andiku

sang imamku

Leave a Reply